
SIDOARJO – Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari APBN serta dukungan rehabilitasi melalui APBD Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (12/04).
Kegiatan yang digelar di aula SMPN 4 Sidoarjo tersebut berlangsung meriah dengan nuansa budaya lokal. Para siswa menyambut tamu undangan dengan mengenakan busana adat serta menampilkan seni gamelan. Turut hadir Wakil Bupati Sidoarjo, Kejaksaan, kepala sekolah yang mendapatkan revitalisasi, serta undangan lainnya.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di daerah. Ia menilai bantuan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana. Kami berharap langkah ini mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih transparan dan akuntabel,” ujar Mimik Idayana.
Ia menambahkan, alokasi anggaran sekitar Rp20,3 miliar dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan, termasuk pengembangan SMPN 2 Tulangan dan SMPN 2 Prambon serta renovasi sejumlah sekolah lainnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, khususnya di bidang sains, kesehatan, dan teknologi.
Menurutnya, di Kabupaten Sidoarjo terdapat 45 satuan pendidikan yang masuk dalam program revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp45 miliar. Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hingga program ini dapat berjalan,” ungkapnya.
Selain itu, Menteri juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk membudayakan gaya hidup sehat, seperti berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah. Ajakan tersebut turut mendapat dukungan dari pihak kepolisian dan kejaksaan yang hadir.nic

