SIDOARJO, Rabu (22/7/2026) – Di tengah pesatnya pembangunan Kabupaten Sidoarjo sebagai kawasan urban, masih terdapat akses jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan yang belum dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU). Salah satunya berada di ruas jalan yang menghubungkan Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, dengan Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin.
Ruas jalan tersebut menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat karena setiap hari dilalui pengendara dari dua kecamatan. Ironisnya, hingga kini jalan tersebut masih minim penerangan, padahal lokasinya berada di sekitar KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Glagaharum, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Saat malam hari, kondisi ruas jalan berubah gelap akibat belum tersedianya PJU. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus memicu kerawanan tindak kriminalitas.
Jaelani, warga Desa Glagaharum, mengaku minimnya penerangan membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas pada malam hari.
“Kalau malam kondisi jalan ini sangat gelap. Kami sebagai pengguna jalan merasa kurang aman karena jarak pandang terbatas. Harapan kami, pemerintah segera memasang PJU agar masyarakat yang melintas bisa lebih nyaman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Jaelani.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui dinas terkait segera melakukan survei lapangan dan merealisasikan pemasangan PJU di ruas jalan penghubung Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, dengan Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat lebih terjamin.
Senada dengan itu, Perangkat Desa Glagaharum, Faruq, mengatakan pemerintah desa telah menerima usulan masyarakat terkait kebutuhan PJU di ruas jalan tersebut. Menurutnya, usulan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
“Jalan ini merupakan akses penghubung antardesa sekaligus antarkecamatan yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi. Di sekitar ruas jalan ini juga terdapat KDMP dan BUMDes yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu, kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memprioritaskan pemasangan PJU demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas warga,” tegas Faruq.
Sementara itu, Sulaikan, salah satu anggota LSM GRASI (Gerakan Rakyat Indonesia), menilai penyediaan PJU merupakan bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kabupaten Sidoarjo terus berkembang sebagai kawasan urban. Namun, masih adanya akses jalan strategis tanpa PJU menunjukkan perlunya pemerataan pembangunan. Pemerintah harus segera melakukan pendataan dan merealisasikan pemasangan PJU di titik-titik yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Sulaikan.(Nic)








