
SIDOARJO, PILARCAKRAWALANEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Tanggulangin menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah desa se-Kecamatan Tanggulangin menyusul munculnya dugaan sejumlah penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Tanggulangin dan diikuti unsur pemerintah desa serta pihak terkait. Pertemuan dilakukan sebagai langkah evaluasi sekaligus untuk memastikan penanganan terhadap penerima manfaat yang mengalami gejala gangguan kesehatan.
Selain menindaklanjuti kejadian di pondok pesantren, pemerintah juga melakukan pendataan dan penelusuran terhadap kemungkinan adanya penerima manfaat lain di wilayah Tanggulangin yang mengalami gejala serupa.
Camat Tanggulangin Arie Prabowo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Evaluasi juga dilakukan setelah adanya peninjauan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.
“Ini menjadi perhatian bersama. Kami melakukan koordinasi dan evaluasi agar kejadian seperti ini dapat ditangani dengan baik dan tidak terulang kembali,” ujar Arie.
Dalam evaluasi tersebut, Arie turut menyampaikan adanya temuan saat sidak Bupati dan Wakil Bupati terkait perlengkapan yang digunakan dalam proses pelayanan makanan. Salah satu yang menjadi perhatian yakni peralatan atau oprengan yang disebut berbau seperti serbet tangan.
Meski demikian, temuan tersebut masih menjadi bagian dari evaluasi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya gangguan kesehatan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan serta penelusuran dari pihak berwenang.
Arie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa dan elemen masyarakat yang turut membantu dalam penanganan serta memberikan informasi terkait kondisi penerima manfaat.
Sementara itu, Mochammad Samsoel Halim menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam memastikan keamanan makanan yang diterima masyarakat.
“Yang paling penting adalah memastikan makanan yang diberikan benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian ini menjadi pembelajaran,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Tanggulangin bersama pemerintah desa dan pihak terkait selanjutnya akan memperkuat koordinasi, pendataan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penerima manfaat sekaligus mencegah terjadinya kejadian serupa.Nic







