
SIDOARJO, PILARCAKRWALANEWS.COM – Suasana malam di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mendadak mencekam.Sejumlah santri mengalami muntah, pusing hingga lemas setelah sebelumnya dugaan mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah.
Peristiwa tersebut mulai diketahui pada Selasa (1/9/2026) sore menjelang Magrib. Pengasuh pondok mengungkapkan, awalnya terdapat sembilan santri yang mengalami muntah dan kemudian mendapatkan perawatan di Puskestren.
“Awalnya kami mengetahui ada sembilan santri yang muntah, kemudian langsung dirawat di Puskestren. Sekitar pukul 15.00 WIB, menjelang Magrib santri yang mengalami keluhan kembali bertambah. Mereka mengalami muntah, pusing dan lemas,” ungkap Agus Arfudin, pengasuh pondok, saat ditemui di lokasi.
Seiring bertambahnya santri yang mengalami keluhan, sejumlah ambulans disiagakan di lingkungan pesantren. Ambulans terlihat lalu lalang mengangkut para santri untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di sejumlah fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Masroh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari beberapa rumah sakit, jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan mencapai sekitar 120 orang.
“Ini masih kami dalami. Informasi sementara dari beberapa rumah sakit ada sekitar 120 santri yang menjadi korban,” ujar Masroh saat berada di lokasi.
Masroh menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Dugaan adanya kaitan dengan makanan MBG belum dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan dan investigasi selesai.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga turut terlibat dalam proses Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang berkaitan dengan pengelolaan makanan. Sertifikat tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pengelolaan makanan memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan.
Namun, penyebab munculnya keluhan pada para santri masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis maupun pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi.
Sementara di tempat berbeda, Camat Tanggulangin Arie Wibawo mengungkapkan adanya santri lain yang mengalami keluhan di wilayah Notopuro. Menurutnya, informasi sementara menyebutkan sekitar 180 santri di Notopuro dan total semetara 290 santri turut mengalami kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan medis.
“Untuk di Notopuro, informasi sementara ada sekitar 290 santri dalam perawatan di beberapa rumah sakit di Sidoarjo,” ungkap Arie Wibawo.
Dengan adanya laporan dari beberapa lokasi, petugas kesehatan dan pihak terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah keseluruhan santri yang mengalami keluhan serta kondisi masing-masing korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti muntah, pusing dan lemas yang dialami para santri masih dalam proses pendalaman. Pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan santri, makanan, serta proses pengolahan dan distribusi MBG diperlukan untuk memastikan sumber kejadian secara objektif.Nic







