Sidoarjo – Sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kupang menggelar kegiatan Syukuran Tutup Tandur sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya masa tanam padi. Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut dihadiri Kepala Desa Kupang, Junaidi, perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga setempat.
Acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon agar tanaman padi yang telah ditanam tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah.
Kepala Desa Kupang, Junaidi, mengapresiasi kekompakan para Gapoktan yang terus melestarikan tradisi syukuran tutup tandur. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat gotong royong di kalangan petani.
“Tradisi ini merupakan warisan yang harus terus dijaga. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para petani. Semoga seluruh tanaman yang telah ditanam diberikan hasil panen yang melimpah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Desa Kupang,” ujar Junaidi.
Salah seorang warga yang hadir mengaku senang dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, syukuran tutup tandur menjadi tradisi yang selalu dinantikan karena mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjadi sarana berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Kami berharap tanaman padi tumbuh dengan baik hingga masa panen nanti. Semoga seluruh petani diberikan hasil yang melimpah dan kegiatan seperti ini terus dilestarikan setiap musim tanam,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Syukuran Tutup Tandur yang diselenggarakan oleh sejumlah Gapoktan Desa Kupang ini, diharapkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur masyarakat terus terjaga, sekaligus menjadi motivasi bagi para petani dalam meningkatkan hasil pertanian demi kesejahteraan bersama.











