
Sidoarjo – Kegiatan bertajuk “Gelar Seni Cahaya Malam Seribu Bulan di Bumi Jenggala” digelar pada Minggu, 15 Maret 2026 di wilayah RT 05/RW 01 Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di area Yussar Stable and Riding Club. Acara yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB hingga malam hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian syiar Ramadan yang dipadukan dengan seni budaya dan kegiatan masyarakat.Minggu,15 Maret 2026.
Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat serta didukung oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo. Rangkaian acara dimulai dengan persiapan dan pembukaan bazar Ramadan menghadirkan berbagai kuliner serta produk UMKM warga.
Prosesi opening event digelar dengan music patrol keliling kampung dan pawai 100 obor yang menyemarakkan suasana menjelang waktu berbuka puasa. Warga tampak antusias mengikuti pawai yang menjadi simbol cahaya Ramadan.
Selanjutnya kegiatan pengunjung disuguhi hiburan ngabuburit musik kentrung dari Kentrung Panji Kelana, yang menjadi bagian dari pelestarian seni tradisional daerah.
Saat adzan Magrib berkumandang sekitar, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama masyarakat yang diawali dengan doa bersama. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi antara warga, panitia, serta tokoh masyarakat.
Setelah berbuka, acara dilanjutkan dengan sambutan panitia dan tokoh masyarakat, kemudian pembacaan puisi religi yang menambah suasana khidmat dalam kegiatan tersebut.
Memasuki malam hari, panggung utama diisi pentas seni budaya berupa musik dan parodi Kyai Kerah Sakti bersama KH Abd. Mutholib dari Sidoarjo bahkan putri kyaipun ikut serta mengisi nada sholawat yang dikemas dengan nuansa dakwah dan hiburan.
Puncak kegiatan berlangsung pada tausiyah Kyai Kerah Sakti dengan tema “Makna Malam Seribu Bulan”, yang mengajak masyarakat memahami keutamaan Lailatul Qadar serta meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya acara yang diharapkan mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menghidupkan nilai religius dan budaya selama bulan Ramadan.nic

