
SIDOARJO, PILARCAKRAWALANEWS.COM – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDI Plus Al-Haqiqi Tanggulangin, Sidoarjo, mulai menjadi sorotan. Pasalnya, papan informasi proyek yang terpasang di lokasi mencantumkan bantuan pemerintah tahun 2026 sebesar Rp794.409.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Dalam papan proyek tersebut disebutkan pekerjaan berupa Revitalisasi SDI Plus Al-Haqiqi Tanggulangin-Sidoarjo, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari, terhitung mulai 2 Juni hingga 30 September 2026. Pelaksana kegiatan tercantum sebagai Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Salah satu guru, Faqor, mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan telah turun ke sekolah. Ia menyebut terdapat pekerjaan yang secara pelaksanaan disebut memiliki unsur kontraktual dengan nilai di kisaran Rp700 juta, untuk pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB).
“Anggarannya sudah turun ke sekolah dan ada kontraktualnya. Nilainya sekitar Rp700 jutaan untuk pembangunan tiga RKB,” ungkap Faqor.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan pembangunan, khususnya terkait pengelolaan anggaran, pihak yang terlibat dalam pekerjaan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan program revitalisasi satuan pendidikan.
Terlebih, papan informasi proyek mencantumkan total bantuan pemerintah sebesar Rp794.409.000. Karena itu, transparansi penggunaan anggaran menjadi hal penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas peruntukan dana dan progres pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, Sulaikan dari LSM Grasi meminta pihak terkait membuka informasi secara transparan mengenai penggunaan anggaran revitalisasi tersebut.
Menurutnya, setiap program yang menggunakan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penggunaan anggaran.
“Kalau anggarannya dari APBN, tentu masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, termasuk pekerjaan tiga RKB tersebut,” tegas Sulaikan.
Ia juga mendorong agar pihak sekolah maupun instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai rincian pekerjaan, volume pembangunan, mekanisme pengadaan atau pelaksanaan, serta realisasi anggaran.
PILARCAKRAWALANEWS.COM masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak SDI Plus Al-Haqiqi, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), serta instansi terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan dan penggunaan anggaran program revitalisasi tersebut.Nic








